Rabu, 12 Januari 2011

Siap Rekaman Jaringan MMM bersama KOMSOS KAS

Bertempat di aula pertemuan Museum Misi Muntilan, pada Sabtu-Minggu tanggal 8-9 Januari 2011 dilaksanakan pertemuan bersama antara Jaringan Misioner Museum Misi Muntilan bersama dengan Tim KOMSOS KAS untuk mempersiapkan program Siaran Rohani Tuntunan Agama Katolik di RRI tahun 2011. Adapun kelompok-kelompok jaringan yang diundang dan hadir dalam pertemuan ini ada 7 kelompok, yakni :
1. Lingkungan Kepuh, Wilayah Ngireng-ireng, Paroki Ganjuran
2. Lingkungan Kwayuhan, Wilayah Juwono, Paroki Sumber
3. Lingkungan Perum GRI, Paroki Mertoyudan
4. Lingkungan Pandansari, Paroki Mertoyudan
5. Lingkungan Yohanes, Wilayah Gregorius, Paroki Ignatius Magelang
6. Lingkungan Johar, Paroki Muntilan
7. Lingkungan Kalirejo, Paroki Boro
Ke-7 perwakilan kelompok yang hadir bersama dengan Tim Edukasi MMM PAM dan Tim KOMSOS KAS mencoba bersama-sama mempersiapkan tema-tema untuk program siaran di RRI dengan landasan ARAH DASAR UMAT ALLAH KEUSKUPAN AGUNG SEMARANG (Ardas KAS) 2011 - 2015. Oleh Rama Markus Nur Widipranoto, Pr (Ketua MMM PAM), yang menjadi koordinator Tim Perumus ARDAS KAS 2011-2015, dijelaskan pokok-pokok ARDAS KAS 2011-2015.

Setelah penjelasan pokok-pokok ARDAS KAS 2011-2015, dilanjutkan dengan pembicaraan di kelompok-kelompok untuk mengusulkan tema-tema yang bisa diangkat untuk program siaran rohani Tuntunan Agama Katolik RRI 2011. Berikut akhirnya tema-tema dan kesepakatan kelompok lingkungan/wilayah yang akan mengolah dan mempersiapkan naskah untuk rekaman:
1. 16 Februari 2011, tema Peduli KLMTD, oleh Lingkungan/Wilayah Juwono-Sumber
2. 16 Maret 2011, tema Terbuka dalam Perbedaan, oleh Lingkungan GRI-Mertoyudan
3. 13 April 2011, tema Pelestarian Lingkungan Hidup, oleh Wilayah Gregorius-Ignatius Mgl
4. 11 Mei 2011, tema Maria-Teladan Iman, oleh Museum Misi Muntilan
5. 8 Juni 2011, tema Rukun damai dalam Masyarakat, oleh Lingkungan Pandansari-Mertoyudan
6. 3 Agustus 2011, tema Air Sumber Hidup, oleh Lingkungan Kalirejo-Boro
7. 28 September 2011, tema Iman yang Mendalam, oleh Lingkungan Kepuh-Ganjuran
8. 26 Oktober 2011, tema Panggilan jadi Ibu dan Bapak, oleh Museum Misi Muntilan
9. 21 Desember 2011, tema Iman yang Tangguh, oleh Lingkungan Johar-Muntilan

Selama 2 tahun sebelumnya, kelompok-kelompok Jaringan MMM PAM telah bekerjasama dengan Komisi KOMSOS KAS menyiapkan bahan-bahan siaran untuk Siaran Rohani Tuntutan Agama Katolik. Semoga untuk kelompok-kelompok yang terlibat di tahun 2011 ini dapat semakin berkembang dengan keterlibatannya dalam program kerjasama yang dilaksanakan oleh Museum Misi Muntilan bersama dengan Komisi KOMSOS KAS ini.

Jumat, 31 Juli 2009

Pelayanan Baru


Museum Misi Muntilan Pusat Animasi Misioner (MMM PAM) menggelar program khusus untuk anak-anak yang sudah menerima Komuni usia SD sampai kelas 1 SMP. Golongan usia ini pada umumnya belum masuk kelompok remaja PIR (Pendampingan Iman Remaja) namun juga sudah sungkan mengikuti kelompok anak PIA (Pendampingan Iman Anak). Agar anak-anak usia ini tetap terdampingi, maka MMM PAM menyediakan Tim Pendamping Post-Komuni Pertama.

Anggota pendamping adalah orang-orang yang sudah mengikuti Gerakan Remaja Terlibat di Lingkungan. Mereka berasal dari :
  1. Peserta Pelatihan Misioner Regio Jawa : Ini adalah kelompok remaja dan pendamping remaja yang sudah aktif paling tidak dua tahun dan pada tanggal 18-20 Juni 2009 diikutkan dalam program Schholl Of Misionary Animators (SOMA) se Jawa di Linggarjati, Kuningan, Jawa Barat.
  2. Pendamping aktif anak dan remaja terlibat di Lingkungan : Kelompok ini bergabung karena dipilih oleh para peserta SOMA di atas.
Dari dua kelompok itu terkumpullah 17 orang (4 orang Tim Inti MMM PAM, 2 orang Pendamping peserta SOMA, 6 orang remaja peserta SOMA, 2 orang pendamping remaja jaringan peserta SOMA, 3 remaja penggerak). Dari 17 orang, 15 orang dapat ikut praktek uji coba menjadi Tim Pendamping Post-Komuni. Uji coba terjadi pada tanggal 19-21 Juli 2009 di gedung MMM PAM dengan peserta berjumlah 42 orang anak yang berasal dari Paroki Delanggu (3 anak dari 1 Lingkungan), Paroki Gondang, Paroki (10 anak dari 4 lingkungan), Paroki Gamping (5 anak dari 1 Lingkungan), Paroki Kebonarum (2 anak dari 1 Lingkungan) Paroki Medari (7 anak dari 2 Lingkungan), dan Paroki Muntilan (15 anak dari 3 Lingkungan).

Tim Pendamping membagi diri dalam tugas-tugas :
  1. Pendamping kelompok : 5 orang remaja dan 4 orang pendamping remaja;
  2. Pemandu umum : 2 orang remaja dan 1 orang pendamping remaja;
  3. Pendamping refleksi : 3 orang dari Tim Inti MMM PAM.
Ternyata mereka dapat mendampingi dengan mantap, berbobot religius, dan mampu mendorongan untuk gerakan anak serbu lingkungan dengan program kegiatan lanjut yang akan dibuat di lingkungan-lingkungan peserta.

Kini Tim Pendamping Post-Komuni siap mendampingi kelompok anak-anak yang sudah menerima Komuni usia SD sampai kelas 1 SMP untuk program minim 4 jam (paling enak sehari-semalam.

Selasa, 28 Juli 2009

MERINTIS TIM JPU

JARINGAN PENGEMBANGAN UMAT


Misi gerakan misioner Museum Misi Muntilan Pusat Animasi Misioner (MMM PAM) memiliki tiga dimensi :
  1. Pengembangan iman umat pada umumnya;
  2. Pengembangan iman anak dan remaja dalam keterlibatan membangun dan mengembangkan umat;
  3. Pengembangan panggilan imam, suster, bruder, dan institut sekulir.
Untuk dimensi kedua, MMM PAM sudah memiliki banyak relawan-relawati sebagai jaringan tim misioner. Dalam hal dimensi yang ketiga, MMM PAM baru dalam tahap membantu teman-teman jaringan tim misioner yang mengajak Tim Inti MMM PAM mengadakan promosi panggilan. Pada saat tulisan ini dibuat, MMM PAM selama dua tahun ini baru membantu Institut Sekulir Penebar Ragi Kristus untuk mendapatkan anggota-anggota baru. Untuk dimensi pertama, hingga kini masih ditangani langsung oleh tenaga fultimer kantor MMM PAM dibantu oleh beberapa relawan-relawati yang dapat meluangkan waktu. Namun kini MMM PAM suidah memiliki tahap merintis untuk terbentuknya Tim Misioner khusus untuk dimensi pertama, yang diberi nama Jaringan Pengembangan Umat (JPU).


Mengapa JPU

Konsep jaringan pengembangan umat diambil dari Pedoman Pelaksanaan Komisi Karya Misioner Keuskupan Agung Semarang (PPKKMKAS). Untuk tujuan mengembangkan keterlibatan umat dalam kerasulan Gereja, Komisi Karya Misioner KAS berusaha mengembangkan Jaringan Pengembangan Umat Paroki (JPUP), yang terdiri dari Tim Kerja Pengembangan Lingkungan, Tim Kerja Pengembangan Iman Remaja (PIR), dan Tim Kerja Pengembangan Iman Anak (PIA) dalam paroki. Ketiga tim kerja ini diharapkan menjadi jaringan misioner pengembangan keterlibatan umat dalam kerasulan Gereja. Karena Paguyuban Umat Lingkungan di KAS dimengerti sebagai bagian kongkret Gereja (Kebijakan Dasar Pastoral Lingkungan atau KDPL no. I.1.3), maka gerakan misioner MMM PAM memilih Lingkungan sebagai basis pengembangan kerasulan umat. Dengan ketiga tim kerja ini diharapkan terjadi pengembangan keterlibatan menyeluruh umat (kaum tua, muda, remaja, anak). Karena Tim Kerja Pengembangan Lingkungan pada umumnya belum menjadi bagian dalam struktur dewan paroki, maka MMM PAM merintisnya dengan menyiapkan beberapa kaum tua yang bersedia memulai bekerjasama dalam tim kerja pengembangan umat lingkungan. Sementara ini tim rintisan ini diberi nama Jaringan Pengembangan Umat (JPU).


Menemukan dan Menyiapkan

Untuk merintis terbentuknya Tim JPU, Tim Edukasi MMM PAM menjalani proses berikut :
  1. Memanfaatkan program kegiatan: Sebenarnya anggota tim pertama diketemukan ketika MMM PAM mengadakan pelatihan ibadat kreatif untuk pengembangan umat lingkungan. Beberapa lingkungan yang memiliki hubungan dekat dengan MMM PAM diundang menjadi peserta. Setiap lingkungan peserta mengirim tiga orang yang terdiri dari remaja dan orang tua (komposisi jumlah tidak ditentukan). Para peserta dalam pelatihan ini mengalami ikut acara ibadat kreatif di dua lingkungan, Paroki Muntilan, yang dipandu oleh Tim Gerakan Remaja Serbu Lingkungan dari Paroki Gondang. Krejadian ikut ibadat kreatif ini menjadi bahan refleksi dan pendalaman serta perencanaan untuk pengembangan umat di lingkungan masing-masing. Peristiwa ini terjadi pada tanggal 20-21 Mei 2009.
  2. Mengumpulkan calon anggota: Dari program latihan ibadat kreatif di atas, MMM PAM ingat akan kerinduan untuk merintis adanya JPU. Maka diundanglah kaum tua yang yang menjadi peserta program pelatihan ibadat kreatif ditambah tokoh-tokoh dewasa lain dari lingkungan yang berhubungan dekat dengan MMM PAM. Pertemuan dilakukan di rumah salah satu undangan, yaitu di Lingkungan Kerten, Paroki Gondang. Dalam pertemuan pertama berkumpulan 9 orang (1 orang Mertoyudan, 1 orang Sumber, 1 orang Medari, 1 orang Kalasan, 1 orang Gondang, dan 4 orang Tim Edukasi MMM PAM). Di dalam pertemuan ini para peserta diajak saling berceritera tentang keadaan lingkungan masing-masing. Kemudian Tim MMM PAM menyampaikan kerinduannya untuk membentuk JPU yang diharapkan ikut mengembangkan Lingkungan agar dalam Lingkungan terjadi orang tua terbuka-menerima anak-remaja-muda dan anak-remaja-muda terbuka-menerima yang tua. Ternyata mereka yang diundang menyatakan kesediannya dengan gembira. Maka disepakatilah dua hal: a) lingkungan peserta dari Kevikepan Kedu akan dijadikan pilot proyek pendampingan program 3 jam; b) diadakan pertemuan persiapan di salah satu rumah peserta dari Paroki Medari pada tanggal 28 Juni 2009. Tahap ini terjadi pada tanggal 14 Juni 2009.
  3. Persiapan kegiatan: Dalam pertemuan tanggal 28 Juni 2009, yang hadir bertambah 3 orang (1 peserta yang pada tanggal 14 Juni berhalangan, 1 orang tokoh lingkungan dari Gondang yang diajak calon tim JPU, dan Rama Nur Widi yang baru saja pulang dari pendidikan misi di Roma). Dalam pertemuan ini para peserta diajak untuk membuat persiapan pendampingan di dua lingkungan Paroki Sumber, yaitu Lingkungan Yusup dan Lingkungan Lukas di Wilayah Yuwono. Persiapan berjalan dalam langkah-langkah: a) penyampaikan hasil pembicaraan pertemuan tanggal 14 Juni dan tanggapannya; b) penyampaian tujuan pendampingan umat lingkungan program 3 jam dan prosesnya (olah pengalaman, belajar dari Gereja, gagasan ke depan); c) peserta membagi diri menjadi 2 tim dan membicarakan yang mau dicapai dalam olah pengalaman dan strategi atau cara pengolahannya; d) saling melaporkan hasil perencanaan dan saling bertanya serta sumbang saran; e) rencana tekhnis pendamping di Yuwono pada tanggal 13 Agustus 2009.
Tim Kerja MMM PAM berharap dari rintisan itu dapat belajar menumbuhkan Tim JPU dan mengembangkannya.

Kamis, 27 Maret 2008

Pengertian

1. Pengertian Umum
Ketika MMM PAM sedang direncanakan, Uskup Agung Semarang, Mgr. Ignatius Suharyo, meminta agar museum misi di Muntilan menjadi museum yang hidup. Karya museum ini harus ikut ambil bagian membangun dan mengembangkan Gereja yang bermakna bagi warganya. Untuk kepentingan ini, maka Bidang Edukasi menjadi "nyawa" yang membuat hidup museum.Dengan cita-cita membangun museum yang hidup, salah satu lembaga yang ada di Keuskupan Agung Semarang secara praktis dilebur menjadi lembaga MMM PAM. Lembaga yang dilebur itu bernama Pelayanan Pendampingan Penggembala Jemaat Keuskupan Agung Semarang (P3J KAS) yang dibentuk pada tahun 1981. Pada mulanya P3J KAS adalah Panitia Kerja Misioner yang menjalankan tugas-tugas Komisi Karya Misioner Keuskupan Agung Semarang (KKM KAS). Mulai dengan tahun 1990 P3J KAS bekerja dengan kantor yang efektif. Semenjak tahun 1997 P3J KAS juga menjadi pelaksana program kerja Karya Kepausan Indonesia Keuskupan Agung Semarang (KKI KAS). Ketika baru menjadi pelaksana kerja KKM KAS, P3J KAS hanya bergerak di bidang pengembangan pengurus, penggerak dan calon pengurus dan penggerak paroki. Namun pada tahun 1994 P3J KAS memang mulai merambah di kalangan anak-anak untuk mempersiapkan keterlibatan mereka di paroki, sehingga muncul program bina dewan paroki sejak dini. Perhatian kepada anak inilah yang membawa P3J KAS masuk ke karya KKI KAS. Karena Tim Kerja P3J KAS sudah cukup biasa menangani program-program misioner, maka semua fungsionaris dalam P3J KAS dimasukkan ke dalam Museum Misi Muntilan Pusat Animasi Misioner (MMM PAM). Dengan surat Uskup Agung Semarang no. 1062/A/XI/06 pada tanggal 15 Desember 2006, KKM KAS dan KKI KAS dinyatakan sama seperti satu mata uang dengan dua sisi. Dalam surat itu juga dinyatakan bahwa MMM PAM menjadi sarana tugas perutusan KKM-KKI KAS.

2. Tugas Umum
Pelaksanaan tugas Bidang Edukasi MMM PAM didasarkan pada Pedoman Pelaksanaan Komisi Karya Misioner Keuskupan Agung Semarang (PP KKM KAS). Pada dasarnya Bidang Edukasi membantu Uskup untuk menata dan menggerakkan karya misioner di Keuskupan Agung Semarang melalui pengembangan Gereja lokal sebagai persekutuan paguyuban-paguyuban murid Kristus (PP KKM KAS ps. 3.1).Sebagai pembantu Uskup yang diprogramkan dan dilakukan oleh Bidang Edukasi MMM PAM terutama menjamin terlaksananya gerakan partisipasi warga Katolik pada kerasulan Gereja (ps. 5). Dalam hal ini ada ada tiga macam bidang kerasulan yang menjadi perhatian MMM PAM (ps. 8) :* Penumbuhan dan pengembangan iman umat pada umumnya;* Pengembangan iman anak dan remaja;* Pengembangan panggilan imam dan hidup bakti.Pengembangan iman Kristiani dilakukan dengan tiga pegangan pokok: Kitab Suci, pedoman-pedoman dan tradisi Gereja, dan perkembangan situasi hidup dan budaya setempat (tanda-tanda zaman). Dalam hal ini MMM PAM ditempatkan sebagai salah satu dari tradisi Gereja, tetapi di Keuskupan Agung Semarang memiliki makna historis yang ikut membentuk warisan nilai-nilai iman sehingga terjadi ungkapan dan perwujudan Gereja lokal seperti sekarang. Di sini Bidang Edukasi bertugas menggali nilai-nilai warisan karya misi dari benda-benda koleksi yang dipandang memiliki makna pengembangan misioner untuk masa kini.Dalam pelaksanaan tugas menggali nilai-nilai warisan misioner tersebut, Bidang Edukasi berupaya menjalankannya dengan model narasi kerakyatan, dalam arti tidak memakai pendekatan sistematis-akademis. Hal ini tidak berarti Bidang Edukasi mengesampingkan pendapat ahli dan buku-buku dalam perpustakaan. Semua (kisah-kisah lisan, pendampat ahli, buku-buku) diramu dan dikemas dalam olahan yang animatif (menyentuh lubuk hati) bagi pengunjung dan atau kelompok bina yang datang di MMM PAM. Kata animatif berasal kata Latin "anima" yang berarti jiwa. Maka tampilan segar dan menggembirakan menjadi ciri utama untuk mengusung pesan-pesan iman yang terkandung dalam benda-benda koleksi. Nyanyian, doa, yel-yel dan apa saja yang mampu menyentuh hati amat dihargai di dalam karya Bidang Edukasi.Bidang Edukasi siap melayani :* Pendampingan pengembangan semangat misioner untuk pengurus, penggerak, dankelompok-kelompok Gerejawi;* Pendampingan kelompok-kelompok kecil untuk ambil bagian dan pengembanganjemaat.

3. Waktu Pelayanan Umum
Senin - Jumat : jam 08.00-15.00
Sabtu : jam 08.00-12.00
Di luar jam tersebut, termasuk hari Minggu dan hari libur, harus ada pembicaraankhusus dengan petugas.

Paket pelayanan :
* Kunjungan biasa paling tidak 2 jam;
* Pendampingan khusus untuk kelompok besar antara 4-6 jam;
* Pendampingan khusus kelompok kecil (maksimal 35 orang) dapat sehari-semalam atau tiga hari dua malam.

Beaya akomodasi dan konsumsi murah dan meriah.